‘muda dan luruh

Dhiazwara Yusuf
1 min readJul 19, 2024

--

jalur jalur lengang yang menghantarkan luka lama. namun aku berjejalan di antara rusuh di kepala. menapaki ragam psikotropi berwujud syair-syair uzur tak bertuan. mengorek daftar putar dengan bekal nota lama yang ku culik dari tas jambonmu.

atas nama masa muda. katanya. muda dan kekalahan yang semestinya. ketidakberdayaan akan jarak yang menyekat. meluruh bangga itu dalam rintik yang menjalar di sembab matamu.

sialnya tak akan ada lagi waktu yang dapat kita ulangi. tenggat itu telah mengetuk ngetuk pintu kostmu dari kemarin malam. menagih masa muda yang funky untuk dikembalikan.

biar saja bau badan kita nyaru dalam omlete amora dan geprek fortuner. memecut gusar yang menyala di atas gerincing atap indomaret kartika. pekak yang bersenandung di tikar-tikar gladiator. dan catatan miayamku yang tak ikut kau bawa ke tempat asalmu.

jentikkan jarimu 3x. niscaya semangkuk berahi dari pak slamet itu kan mangkir di hadapanmu.

bilamana rindumu tak tertahan. kubur saja kostum kostum yang sempat engkau kenakan bersamaku. berikan air mata sebagai sumber pengairannya. bacakan puisi puisiku sebagai pupuknya. biarkan ia tumbuh menjadi sebuah memori yang lekat di sekitarmu. menghangat ketika resah di lerung dadamu menggerenjal.

di bilangan jebres surakarta. kekalahan itu ku rayakan.

* ilkom 21. dengan cinta.

--

--

No responses yet