‘nirmakna

Dhiazwara Yusuf
1 min readMar 7, 2024

--

kami terjaga dalam derap kota yang nirmakna. tempat ibadah dibawa mengitari desa. harga harga sembako ditelanjangi. mesin jahit diberi makan seminggu sekali. resah menguar dari kening para petani. bapak ibu mengantarkan anaknya ke pasar pasar digital. membeli bitcoin untuk sepeser makan.

kota-kota yang sengsara. dibawah tirani pesolek online dalam aplikasi mode terkini. laporkan saja kepada tuhan. pasal pasal dipesan asal. hidup kesal, para buruh bunuh diri massal. sampaikan pada angin. bawa harga ukt ke penghujung zaman. bagaimana bisa. mahasiswa tunduk dalam bingkai pernak pernik senada.

kota kota yang bergelayutan di tiang jemuran. dari gatot subroto hingga singosaren. pengajar lari terbirit dikejar pinjol. anak muda pingsan ditagih hafalan. penjual kata kiasan menabuh genderang di mimbar mimbar. apa kabar kota yang teramat manis. sudut-sudut nampang kolase apresiasi.

biar
kami
terjaga
hingga anak anak lulus s3
hingga aspal kembali rata
hingga bulan puasa
hingga usia tanggal di pelupuk mata
biar
kami
terjaga

--

--

No responses yet